KUNINGAN — Deru mesin sepeda motor terdengar beriringan menyusuri sejumlah titik di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kemarin. Namun, iring-iringan itu bukan sekadar konvoi biasa. Komunitas motor Blackhorse MC Kuningan memanfaatkannya sebagai sarana berbagi melalui kegiatan charity ride, dengan menyalurkan santunan kepada ratusan warga yang membutuhkan.
Sebanyak 120 anak yatim dan 100 janda menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Bantuan disalurkan secara langsung oleh para anggota komunitas dengan mendatangi lokasi-lokasi tempat tinggal penerima. Pola ini dipilih untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mempererat interaksi sosial antara komunitas dan masyarakat.
Ketua Blackhorse MC Kuningan, Poppo Fauzi Ridwan, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar sebagai bentuk kepedulian sosial komunitas. Ia menegaskan bahwa keberadaan komunitas motor tidak melulu identik dengan aktivitas hobi semata, tetapi juga dapat memberi dampak positif bagi lingkungan.
“Ini bentuk rasa syukur kami. Kami ingin hadir dan berbagi langsung dengan masyarakat, khususnya anak yatim dan para janda yang membutuhkan perhatian,” kata Poppo saat ditemui di sela kegiatan.
Menurut dia, konsep charity ride dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi ciri khas komunitas motor, kegiatan tersebut juga menjadi simbol bahwa solidaritas tidak berhenti di antara anggota, melainkan meluas ke masyarakat. Dengan mendatangi langsung para penerima, anggota komunitas diharapkan dapat melihat secara nyata kondisi sosial yang ada di sekitar mereka.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum Ramadan, yang kerap dimanfaatkan berbagai komunitas untuk meningkatkan aktivitas sosial. Setelah penyaluran santunan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan. Aksi tersebut berlangsung di beberapa titik strategis dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Sejumlah warga yang menerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya santunan tersebut. Selain nilai materi yang diberikan, kehadiran para anggota komunitas dinilai membawa suasana hangat dan perhatian tersendiri.
Pengamat sosial lokal menilai kegiatan semacam ini dapat membantu mengubah persepsi masyarakat terhadap komunitas motor. Selama ini, sebagian komunitas kerap dipandang negatif karena identik dengan konvoi yang mengganggu ketertiban. Namun, melalui kegiatan sosial, citra tersebut perlahan dapat bergeser.
Bagi Blackhorse MC Kuningan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Poppo menyebut pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkelanjutan. Ia berharap langkah komunitasnya dapat menginspirasi kelompok lain untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. Kami ingin kegiatan seperti ini terus berjalan dan bisa mengajak lebih banyak pihak untuk ikut berbagi,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan sosial masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul fitri, inisiatif komunitas seperti ini menjadi salah satu bentuk solidaritas yang nyata. Bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang membangun jembatan empati di tengah kehidupan sosial yang kian beragam. (Ali)
