KULINER

Purwawinangun Ditutup, Pedagang Penuhi Alun-alun Cigugur

KUNINGAN – Suasana ngabuburit di Kecamatan Cigugur kini tampak berbeda dari biasanya. Halaman Kantor Camat Cigugur dipadati oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak untuk menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman kepada masyarakat.

‎Selain pedagang lokal, ramainya aktivitas jual beli tersebut didominasi oleh para PKL yang sebelumnya berjualan di kawasan Purwawinangun. Kini, mereka memilih berpindah lokasi dan memanfaatkan halaman Kantor Camat Cigugur sebagai tempat berjualan, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

‎Camat Cigugur, Yono Ramansyah mengungkapkan bahwa sebelum penutupan PKL di Purwawinangun, jumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut sekitar 20 gerobak. Namun setelah ada kebijakan penutupan, jumlah pedagang yang berjualan di halaman Kantor Camat Cigugur kini meningkat menjadi sekitar 50 gerobak.

‎”Kalau kami silahkan saja halaman kantor bisa dimanfaatkan, asal jaga kebersihan, ketertiban, saya yakin kita bisa tumbuh bersama. Ini juga selaras dengan program Pak Bupati tentang Nata Daya,” ungkapnya, Rabu, (4/3/2026).

‎Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pemanfaatan halaman kantor camat itu berawal dari keluhan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang sebelumnya berjualan di badan jalan saat Bulan Suci Ramadhan. Menurutnya, kondisi tersebut kerap menimbulkan kemacetan serta berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

‎Oleh sebab itu, pihaknya berinisiatif memanfaatkan halaman kantor camat sebagai lokasi sementara bagi para pedagang untuk berjualan. Dengan adanya tempat yang lebih tertata, diharapkan aktivitas jual beli tetap berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas.

‎”Setelah ditempatkan di sini, mereka merasa lebih nyaman, yang berkunjung lebih banyak. Para pengunjung juga merasa lebih nyaman, karena mereka tidak terancam oleh arus lalu lintas,” katanya.

‎Ia berharap, keberadaan para PKL di halaman Kantor Camat Cigugur dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang datang untuk berbelanja.

‎Menurutnya, dengan penataan yang lebih tertib, para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya selama Bulan Suci Ramadhan tanpa menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.

‎Meski program tersebut perdana dilakukan di Ramadhan tahun ini, pihaknya tetap melakukan pengawasan agar aktivitas jual beli tetap berjalan dengan tertib dan bersih. Para pedagang pun diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan serta tidak meninggalkan sampah setelah selesai berjualan.

‎”Kami mendorong, khususnya warga Cigugur yang memiliki usaha. Mudah-mudahan dengan ruang untuk para pelaku usaha mikro ini, bisa bertumbuh kembang, dan jadi para pengusaha yang sukses,” tutupnya. (Icu)

Related Articles

Awali Ramadhan, TNI Sapu Bersih Jalan R.E. Martadinata

Cikal

KDM Siap Hadiri Safari Ramadhan di Cibingbin

Cikal

Hadiri GPM Parakan, Wabup: Pemerintah Hadir Melayani

Cikal

Leave a Comment