NGABUBURIT

Ngabuburit di Lereng Ciremai, Cara Komunitas RACK “Menjual” Wisata Kuningan

foto: Istimewa

KUNINGAN – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit tak melulu soal berburu kolak atau duduk termangu di alun-alun. Di lereng Gunung Ciremai yang berkabut, sekelompok pria tampak sibuk dengan kendali jarak jauh di tangan, memandu mobil-mobil miniatur melintasi medan cadas dan akar pohon yang melintang.

Mereka adalah anggota RACK (RC Adventure Club Kuningan). Bagi komunitas ini, Ramadan justru menjadi momentum emas untuk menyalurkan adrenalin sekaligus memoles citra pariwisata Kuningan lewat hobi mobil Remote Control (RC) off-road.

Dipimpin oleh Hansen, komunitas ini telah bertransformasi dari sekadar perkumpulan penghobi menjadi agen promosi wisata lintas daerah. Anggotanya tak hanya datang dari Kuningan, tapi juga merambah hingga Cirebon. Setiap pekan, jalur hutan pinus dan tanah merah lereng Ciremai menjadi “sirkuit” alami bagi mobil-mobil jenis crawler mereka.

“Ngabuburit sambil main RC di alam terbuka memberi sensasi berbeda. Selain hobi tersalurkan, kita juga bisa menikmati keindahan alam lereng Ciremai yang sejuk,” ujar Andi, salah satu punggawa RACK, Kamis (26/2/2026).

RACK sadar betul akan kekuatan media sosial. Setiap aksi “garang” mobil mini mereka mendaki bebatuan didokumentasikan dengan apik melalui TikTok, Instagram, hingga Facebook. Tanpa disangka, konten-konten hobi ini justru menjadi pintu masuk bagi wisatawan luar daerah.

Beberapa titik tersembunyi (hidden gem) di lereng Ciremai yang awalnya hanya diketahui warga lokal, kini mulai ramai dikunjungi pelancong setelah viral lewat video-video RACK. Ini adalah kontribusi nyata bagaimana komunitas hobi bisa menggerakkan roda promosi pariwisata tanpa harus mengandalkan anggaran pemerintah.

Eksistensi RACK bukan kaleng-kaleng. Belum lama ini, mereka berhasil memboyong gelar juara umum dalam ajang RC tingkat nasional di Bogor. Namun, bagi Andi dan kawan-kawan, prestasi hanyalah bonus. Inti dari komunitas ini adalah soliditas lintas batas di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).

“Awalnya saya ikut karena hobi. Tapi lama-lama yang dicari justru kebersamaannya. Apalagi saat Ramadan, kegiatan ditutup dengan buka bersama di alam. Rasanya lebih bermakna,” tambah Andi.

Di tengah menjamurnya berbagai komunitas, RACK membuktikan bahwa hobi mahal sekalipun bisa berdampak murah hati bagi lingkungan sekitar. Dari lereng Ciremai, mereka tidak hanya mengendalikan kendaraan mini, tetapi juga menggerakkan narasi positif tentang indahnya alam Kuningan. (ali)

Related Articles

Operasi Ketupat Lodaya 2026, 417 Personel Amankan Mudik di Kuningan

Cikal

PGMNI Kuningan Gelar Bukber dan Diskusi Masa Depan Guru Madrasah

Cikal

Jelang Lebaran, Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Siliwangi Kuningan

Cikal

Leave a Comment