KUNINGAN – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok mulai direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan), Pemkab Kuningan meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan 2026. Program strategis ini dijadwalkan menyisir 15 kecamatan secara maraton guna menjaga stabilitas inflasi di tingkat daerah.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa isu pangan bukan sekadar angka statistik dalam laporan ekonomi, melainkan fondasi ketenangan sosial. “Pangan adalah kebutuhan paling dasar. Di bulan Ramadan, saat permintaan melonjak, pemerintah daerah wajib hadir untuk memastikan pasokan tersedia dan harganya tidak mencekik daya beli rakyat. Stabilitas harga adalah kunci agar warga bisa beribadah dengan tenang,” ungkap Bupati Dian.
Inovasi “DIRAHMATI”: Diskon untuk Rakyat
Dalam pelaksanaan tahun ini, Diskatan mengusung pesan publik yang cukup ikonik, yakni DIRAHMATI, singkatan dari Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi. Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa program ini tidak dilakukan secara serampangan. Intervensi harga dilakukan berbasis data perkembangan pasar yang terpantau setiap harinya.
GPM 2026 menerapkan skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Melalui skema ini, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan distribusi dari produsen atau distributor langsung ke titik pelaksanaan. Hasilnya, rantai pasok menjadi lebih efisien dan harga yang sampai ke tangan masyarakat adalah harga intervensi yang berada di bawah rata-rata harga pasar.
Berbagai komoditas strategis tersedia dalam gerai GPM ini, mulai dari beras kualitas premium dan medium, minyak goreng, gula pasir, hingga protein hewani seperti telur ayam ras, daging sapi, dan daging ayam. Tak ketinggalan, bumbu dapur seperti cabai, bawang, serta aneka sayuran segar hasil petani lokal juga ikut dijajakan dengan harga yang ramah di kantong.
Pemerataan dan Sinergi Antar-Lembaga
Keberhasilan GPM ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Pemkab Kuningan bersinergi erat dengan Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Perum Bulog. Perluasan cakupan hingga 15 kecamatan bertujuan agar distribusi manfaat tidak hanya menumpuk di pusat kota, tetapi menjangkau warga di wilayah perbatasan dan pedesaan.
“Kami ingin memastikan bahwa energi positif Ramadan ini dirasakan oleh semua elemen, dari ASN, pelaku usaha, hingga petani. Melalui GPM, kita ingin mewujudkan Kuningan yang Tangguh dan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh),” tambah Wahyu.
Jadwal Lengkap Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadan 2026
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini, pelaksanaan dimulai setiap harinya pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di kantor desa atau titik yang telah ditentukan di masing-masing kecamatan:
| Hari, Tanggal | Desa Pelaksana | Kecamatan |
| Senin, 23 Februari 2026 | Desa Seda | Mandirancan |
| Selasa, 24 Februari 2026 | Desa Haurkuning | Nusaherang |
| Rabu, 25 Februari 2026 | Desa Kasturi | Kuningan |
| Kamis, 26 Februari 2026 | Desa Babakanreuma | Sindangagung |
| Jumat, 27 Februari 2026 | Desa Panawuan | Cigandamekar |
| Sabtu, 28 Februari 2026 | Desa Singkup | Japara |
| Senin, 02 Maret 2026 | Desa Ragawacana | Kramatmulya |
| Selasa, 03 Maret 2026 | Desa Pangkalan | Ciawigebang |
| Rabu, 04 Maret 2026 | Desa Susukan | Cipicung |
| Kamis, 05 Maret 2026 | Desa Cipancur | Kalimanggis |
| Jumat, 06 Maret 2026 | Desa Sindang | Lebakwangi |
| Sabtu, 07 Maret 2026 | Desa Parakan | Maleber |
| Senin, 09 Maret 2026 | Desa Cileuya | Cimahi |
| Selasa, 10 Maret 2026 | Desa Citiusari | Garawangi |
| Rabu, 11 Maret 2026 | Desa Sembawa | Jalaksana |
Pemkab Kuningan mengimbau masyarakat untuk hadir lebih awal dan tertib selama pelaksanaan berlangsung. Program ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi yang kuat dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri mendatang. (ali)
