TIPS

Strategi Sahur Tinggi Protein agar Tubuh Tetap Bertenaga

foto: islustrasi

CIKALRAMADHAN- Bulan Ramadan selalu membawa perubahan ritme hidup. Waktu makan bergeser ke dini hari dan selepas senja, sementara aktivitas harian mulai dari bekerja, belajar, hingga mengurus rumah tangga tetap berjalan. Dalam situasi ini, sahur bukan sekadar formalitas sebelum menahan lapar dan dahaga, melainkan fondasi energi yang menentukan daya tahan tubuh sepanjang hari.

Di tengah kebiasaan masyarakat yang masih menumpuk karbohidrat saat sahur, para ahli gizi justru menekankan pentingnya asupan protein. Bukan tanpa alasan. Protein dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana, sehingga mampu memperpanjang rasa kenyang sekaligus menjaga kestabilan energi.

Sejumlah penelitian memperkuat temuan ini. Studi yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology (2009) menunjukkan konsumsi protein dapat menekan hormon ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar. Penelitian lain dari Skidmore College mengaitkan diet tinggi protein dengan peningkatan pembakaran lemak dan pengendalian nafsu makan. Temuan tersebut selaras dengan anjuran sejumlah pakar gizi di Indonesia yang mendorong masyarakat memprioritaskan protein saat sahur guna menjaga stamina, mengendalikan resistensi insulin, serta memperkuat sistem imun.

Mengutip dari Dosen fisiologi Universitas Ciputra, dr. Raden Roro Shinta Arisanti, menyebut kebutuhan protein ideal saat sahur berkisar 20–30 gram untuk orang dewasa. “Jumlah itu cukup menjaga massa otot dan energi selama puasa. Komposisinya bisa sepertiga porsi sahur berupa lauk berprotein rendah lemak seperti telur atau ayam,” ujarnya.

Protein dan Ketahanan Energi

Secara fisiologis, protein berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot. Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan energi selama sekitar 12–14 jam. Tanpa cadangan nutrisi yang memadai, tubuh akan mengambil energi dari jaringan otot. Kondisi ini kerap memicu rasa lemas, penurunan konsentrasi, hingga sakit kepala.

Protein membantu mencegah kondisi tersebut. Selain memperlambat pengosongan lambung, protein juga menstabilkan kadar gula darah sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Dampaknya terasa pada siang hari yaitu tubuh tetap bertenaga, rasa lapar lebih terkendali, dan produktivitas tidak menurun drastis.

Namun, pemilihan menu sahur kerap terkendala waktu. Banyak orang memilih makanan instan atau sekadar mi instan karena dianggap praktis. Padahal, menu tinggi protein tidak selalu rumit dan dapat disiapkan dalam waktu singkat.

Menu Sahur Tinggi Protein yang Praktis

Berikut beberapa pilihan menu sahur tinggi protein yang mudah disiapkan dan tetap bergizi.

1. Dada Ayam Panggang, Kentang Rebus, dan Sayur

Dada ayam tanpa kulit mengandung sekitar 25–31 gram protein per 100 gram. Dipadukan dengan kentang rebus yang kaya kalium dan sayuran seperti brokoli, menu ini membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Proses memasaknya relatif cepat: ayam dilumuri bumbu sederhana, dipanggang 15–20 menit, kentang direbus hingga empuk, dan sayur dikukus sebentar. Dalam waktu kurang dari setengah jam, satu porsi sahur bergizi sudah siap.

2. Sup Ayam dan Telur Rebus

Sup ayam menawarkan dua manfaat sekaligus yaitu protein dan cairan. Dada ayam menyediakan 20–25 gram protein, sementara satu telur rebus menambah sekitar 6–7 gram. Kuah hangat membantu memenuhi kebutuhan cairan saat sahur, mengurangi risiko dehidrasi selama puasa.

Menu ini juga fleksibel. Wortel, sawi, atau kol dapat ditambahkan untuk memperkaya vitamin dan serat.

3. Tumis Tuna Sederhana

Tuna dikenal sebagai sumber protein tinggi, sekitar 23–30 gram per 100 gram serta kaya omega-3 yang baik bagi kesehatan jantung dan fungsi otak. Tuna kaleng pun bisa menjadi pilihan praktis. Cukup ditumis dengan bawang putih, bawang merah, dan sedikit perasan jeruk nipis, menu ini siap dalam 10–15 menit.

Dipadukan dengan nasi merah atau lalapan segar, tuna tumis menjadi sahur ringkas yang tetap menyehatkan.

4. Tumis Tahu Tempe dan Sayur

Bagi yang mengurangi konsumsi daging, tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang lengkap. Tempe mengandung 18–20 gram protein per 100 gram, sedangkan tahu berkisar 8–12 gram. Proses fermentasi tempe juga meningkatkan kecernaan protein sekaligus menyediakan probiotik bagi kesehatan pencernaan.

Ditambah sayuran hijau seperti sawi atau kangkung, menu ini membantu menstabilkan gula darah selama berpuasa.

5. Roti Gandum, Telur Rebus, dan Alpukat

Pilihan lain yang praktis adalah roti gandum panggang dengan olesan alpukat dan irisan telur rebus. Roti gandum menyediakan karbohidrat kompleks dan serat, telur memberi protein lengkap, sementara alpukat menyumbang lemak sehat yang memperpanjang rasa kenyang.

Menu ini cocok bagi mereka yang memiliki waktu sahur sangat terbatas namun tetap ingin menjaga kualitas nutrisi.

Air Putih Tetap Kunci

Selain makanan bergizi, kecukupan cairan tetap menjadi faktor penting. Para ahli menganjurkan minum setidaknya dua gelas air saat sahur untuk membantu menjaga hidrasi dan metabolisme tubuh selama puasa.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki pola makan. Dengan memilih menu sahur tinggi protein yang seimbang dan praktis, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan tubuh yang tetap bertenaga dan pikiran yang jernih.

Perubahan kecil di meja makan dini hari itu, pada akhirnya, menentukan kualitas hari yang dijalani hingga waktu berbuka tiba. (red)

Sumber: dari berbagai sumber

Related Articles

Pamungkas ‘Uniku Berbagi’, 2.500 Paket Takjil Ludes Diserbu Warga Ciledug Cirebon

Cikal

PAM Tirta Kamuning Tingkatkan Debit Air dari Sumber Baru Saat Ramadhan

Cikal

GPM DIRAHMATI, Strategi Sunyi Meredam Gejolak Harga Selama Ramadan

Cikal

Leave a Comment