KUNINGAN – Nabi Muhammad SAW, menganjurkan agar berbuka puasa dengan menu yang manis. Dibalik anjuran itu ternyata terdapat hikmah dan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi tubuh.
Dosen Prodi Gizi Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Rofiqoh Rahmaniar, mengungkapkan bahwa rasa manis itu berperan penting dalam mengembalikan energi tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.
Meski demikian, kata Rofiqoh, menu manis yang dianjurkan tidak berasal dari pemanis buatan. Menurutnya, sumber rasa manis itu harus berasal dari gula alami, seperti kurma, madu, pisang, atau buah-buahan lainnya.
”Gula alami itu lebih mudah dicerna dan biasanya disertai kandungan serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan oleh tubuh,” ujar Rofiqoh kepada Cikalpedia.id, Kamis, (19/2/2026).
Selain berbuka dengan makanan yang manis, Ia menyarankan agar berbuka diawali dengan makanan atau minuman yang bersuhu hangat. Menurutnya, suhu hangat lebih mudah untuk beradaptasi setelah seharian tidak menerima asupan, sehingga sistem pencernaan berkeja lebih optimal.
”Untuk pertama kali jangan minum air dingin. Kalau pun mau, tungguvsetelah beberapa menit sesudah minum air hangat. Tidak disarankan juga makanan yang sulit untuk dicerna, salah satunya yang bersantan, gorengan dan itu akan memberatkan kerja pencernaan,” sarannya.
Saat berbuka, kata Rofiqoh, harus menjaga kestabilan asupan. Menurutnya, berbuka bukan momen untuk balas dendam setelah seharian menahan lapar dan haus, melainkan tahap awal mengembalikan energi secara bertahap.
”Awal buka puasa makan dan minum yang manis karena mengganti gula darah. setelah sholat magrib boleh makan yang lebih berat. Tujuannya yaitu untuk memenuhi zat gizi yang hilang seharian,” tutupnya. (Icu)
previous post
next post
Related Articles
- Comments
- Facebook comments
