MUDIK

Awas Terjebak Macet! Dishub Kuningan Bongkar Skenario Jalur Alternatif dan Titik Posko Mudik 2026

Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, Mochamad Nurdianto

KUNINGAN — Menghadapi gelombang mudik Lebaran 1447 Hijriah yang diprediksi melonjak, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan mulai membeberkan “peta penyelamat” bagi para perantau. Fokus utama tahun ini bukan hanya pada kelancaran pintu masuk kota, melainkan juga antisipasi lumpuhnya jalur wisata yang kerap menjadi titik jenuh kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, Mochamad Nurdianto, mengungkapkan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat dari arah Bandung, Cikampek, hingga Bekasi akan mulai terasa signifikan pada H-5 Lebaran. Untuk itu, koordinasi lintas sektoral bersama Polres Kuningan dan TNI diperketat guna menjamin warga tidak “tua di jalan”.

Siasat Jalur Tikus Menuju Destinasi Wisata

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah kawasan wisata primadona seperti Palutungan, Linggarjati, dan Waduk Darma. Berkaca pada data tahun lalu, kawasan Palutungan sendiri diserbu 16 ribu pengunjung dalam satu masa liburan, yang otomatis membuat jalur utama kerap terkunci.

“Kami sudah memetakan sejumlah jalur alternatif strategis agar arus tidak menumpuk di satu titik. Pemudik atau wisatawan bisa memanfaatkan jalur Cisantana, Cipari, hingga akses menuju Puncak Kuningan untuk menghindari kemacetan parah di jalur utama,” jelas Nurdianto saat berbicara di Command Center Diskominfo Kuningan, Rabu (11/3/2026).

Selain jalur, kantong parkir baru juga disiapkan dengan menggandeng warga lokal pemilik lahan luas. Langkah ini diambil guna meminimalisir penggunaan bahu jalan oleh kendaraan pribadi yang seringkali menjadi pemicu utama kemacetan di area wisata.

Razia Bus ‘Ramp Check’ dan Larangan Truk ODOL

Tak hanya soal rekayasa jalan, aspek keselamatan kendaraan menjadi harga mati. Dishub mulai melakukan ramp check atau uji kelaikan armada bus secara maraton. Komponen pengereman, sistem pencahayaan, hingga kelengkapan teknis diperiksa tanpa kompromi. Hanya bus dengan stiker khusus dari Dishub yang diizinkan mengangkut penumpang mudik.

Ketegasan juga ditujukan bagi kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Deden memastikan pengawasan truk bermuatan lebih akan diperketat mulai H-5 hingga H+4. Truk-truk nakal ini akan dilarang melintas sementara di jam-jam puncak demi menjaga kelancaran dan mengurangi risiko kecelakaan fatal.

Tujuh Posko ‘Non-Stop’ 24 Jam

Untuk memberikan rasa aman, tujuh posko pengamanan gabungan akan didirikan di titik-titik urat nadi Kuningan. Di antaranya wilayah Cilimus, Kadugede, Ciawi, Cibingbin, Tugu Ikan, Taman Kota, hingga Terminal Tipe A Kertawangunan.

Posko ini bukan sekadar tempat jaga, melainkan pusat layanan kesehatan darurat yang terintegrasi dengan Puskesmas setempat. Petugas medis dan tim BPBD akan disiagakan 24 jam penuh untuk membantu pemudik yang kelelahan atau membutuhkan pertolongan medis mendadak.

Pantau Macet Lewat Gadget

Sebagai terobosan digital, masyarakat kini tidak perlu menebak-nebak kondisi jalan. Pemkab Kuningan menyediakan fasilitas pantauan CCTV secara daring (real-time) yang dapat diakses melalui laman resmi pemerintah daerah.

“Kami ingin pemudik merasa aman dan terbantu dengan informasi yang transparan. Dengan koordinasi lintas instansi dan dukungan tertib lalu lintas dari masyarakat, kita targetkan mudik Lebaran tahun ini nihil insiden dan berjalan selamat sampai tujuan,” pungkas Nurdianto. (ali)

Related Articles

Alfamart dan Pokja Wartawan Kuningan Bagikan Takjil untuk Pengendara

Cikal

Arus Mudik ke Arah Cirebon Mulai Terasa di Tol Cipali, 26 Ribu Kendaraan Melintas

Cikal

Ngabuburit di Lereng Ciremai, Cara Komunitas RACK “Menjual” Wisata Kuningan

Cikal

Leave a Comment