Ekonomi

Tinjau GPM di Babakanreuma, Wabup Tuti: Harga Pangan Harus Terjangkau Hingga Desa

Foto: Istimewa

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan edisi keempat di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Program ini menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah, Camat Sindangagung Devi Ardeni, unsur perangkat daerah, distributor, petani, serta masyarakat setempat yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Dalam sambutannya, Tuti menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif menghadapi gejolak harga pangan, terutama saat Ramadan ketika permintaan meningkat signifikan. Menurut dia, stabilitas harga harus dirasakan hingga ke tingkat desa, bukan hanya di pusat kota.

“Stabilitas harga bukan hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga harus hadir di desa-desa. Daya beli masyarakat harus tetap terjaga agar Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, GPM Padaringan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta petani dan pelaku usaha lokal. Sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga intervensi, di antaranya beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, dan bawang.

“Ini bukan dibagikan gratis, tetapi dijual dengan harga adil dan terjangkau. Kita ingin menjaga keseimbangan pasar sekaligus menjaga martabat masyarakat,” kata Tuti.

Program tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan daerah MELESAT yang menekankan sistem pangan terencana, pemberdayaan pelaku usaha lokal, keberlanjutan rantai pasok, penguatan nilai keagamaan, serta ketangguhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah menjelaskan Babakanreuma menjadi lokasi keempat pelaksanaan GPM Padaringan. Ia memaparkan selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibanding harga pasar. Telur ayam dijual Rp29.500 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sekitar Rp32.000. Daging sapi dijual Rp120.000 per kilogram, di bawah harga pasar yang mencapai Rp150.000.

“Ini bagian dari upaya pengendalian inflasi. Biasanya di bulan Ramadan harga mulai naik, maka pemerintah hadir memberikan stimulan agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Selama Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kuningan merencanakan sedikitnya 15 kali pelaksanaan GPM di 15 kecamatan secara bergiliran. Satu titik tambahan juga dijadwalkan di Pendopo pada 12 Maret mendatang guna menjangkau masyarakat yang belum terlayani.

Kepala Desa Babakanreuma, H. Dajat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya. Ia berharap program pasar murah dapat terus berlanjut karena terbukti membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di desa.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Babakanreuma, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kegiatan pasar murah ini benar-benar memberi manfaat bagi warga kami,” katanya.

Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Gerakan Pangan Murah Padaringan diharapkan menjadi instrumen nyata pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya beli masyarakat Kabupaten Kuningan selama Ramadan. Program ini juga menunjukkan upaya pemerintah daerah memastikan akses pangan terjangkau tetap terjaga hingga ke tingkat desa, saat kebutuhan masyarakat berada pada puncaknya. (ali)

Related Articles

Alfamart dan Pokja Wartawan Kuningan Bagikan Takjil untuk Pengendara

Cikal

Wakil Bupati Kuningan Bagikan Takjil Bersama Gerindra

Cikal

Pamungkas ‘Uniku Berbagi’, 2.500 Paket Takjil Ludes Diserbu Warga Ciledug Cirebon

Cikal

Leave a Comment