NGABUBURIT

Membedah Ritual Ngabuburit Masyarakat Menjelang Ramadan

CIKALRAMADHAN — Suasana sore hari yang tenang perlahan akan berubah menjadi hiruk-pikuk yang khas saat bulan suci Ramadan menyapa. Ritual “ngabuburit” istilah Sunda yang kini menjadi kosakata nasional untuk menunggu waktu berbuka, telah mendarah daging sebagai fenomena sosiokultural di Indonesia. Berdasarkan evaluasi tren tahunan di wilayah Kuningan dan sekitarnya, ngabuburit bukan sekadar membunuh waktu, melainkan mesin penggerak ekonomi rakyat dan ruang interaksi sosial.

Berikut adalah potret kebiasaan masyarakat selama ngabuburit yang diprediksi akan kembali mewarnai Ramadan 2026:

Lautan Manusia di Pasar Takjil

Berburu takjil tetap menjadi magnet utama. Jalan-jalan protokol akan dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan kolak, gorengan, hingga es buah. Fenomena “war takjil” yang sempat viral tahun lalu diperkirakan masih akan berlanjut, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang berbaur memburu kudapan terbaik. Bagi warga lokal, momen ini adalah waktu terbaik untuk menikmati kuliner khas yang jarang ditemui di hari biasa.

Wisata Religi dan Refleksi Sore

Tak sedikit masyarakat yang memilih menghabiskan waktu dengan mengunjungi masjid agung atau pusat wisata religi seperti kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Sejalan dengan catatan persiapan Ramadan cikalpedia.id, aktivitas ini menjadi sarana “pembersihan batin” sebelum beduk magrib bertalu. Tadarus bersama atau sekadar duduk di pelataran masjid memberikan ketenangan spiritual di tengah rasa lapar dan dahaga.

Komunitas dan Hobi di Ruang Publik

Taman kota dan ruang publik lainnya akan menjadi titik kumpul berbagai komunitas. Mulai dari pecinta otomotif, komunitas hewan peliharaan, hingga remaja yang sekadar berswafoto untuk konten media sosial. Jam-jam kritis antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB menjadi waktu prime time bagi interaksi sosial ini.

Namun, di balik kegembiraan tersebut, manajemen waktu tetap menjadi catatan penting. Pengelola kota biasanya mengimbau agar para pelaku ngabuburit tetap tertib lalu lintas guna menghindari kemacetan parah yang kerap terjadi menjelang azan magrib. Pada akhirnya, ngabuburit adalah jembatan antara rasa sabar menanti buka dan kehangatan berkumpul bersama kerabat. (ali)

Related Articles

Hujan Tak Surutkan Aksi Sosial, Gerakan KITA–APIK–XMan Tuntaskan Berbagi 1000 Takjil

Cikal

Tarling Dimulai Hari Ini, Delapan Tim Pemkab Kuningan Bergerak ke 32 Kecamatan

Cikal

Kaget Diarahkan Masuk Mapolres, Pengendara Kuningan Ternyata “Dicegat” Paket Takjil

Cikal

Leave a Comment